Endometriosis

image

PENGANTAR

Kata endometriosis pada saat ini bukan lagi kata-kata asing bagi kaum wanita. Biasanya beranalogi dengan menstrusi yang menyakitkan. Hampir 7-10% wanita mengalami endometriosis terutama dimasa reproduksi. Karena begitu menyakitkannya diperkirakan 4 dari 1000 wanita memerlukan rawat inap pertahun. Disamping itu endometriosis pun bisa menyebabkan infertilitas, dimana prevalensinya antara 7-10% dan pada kasus nyeri panggul lama berkisar 80%. Angka yang cukup tinggi.

Celakanya juga ditemukan faktor familial pada penyakit ini. Wanita-wanita yang mempunyai keluarga dengan endometriosis mempunyai potensi 10 kali mengalaminya.

Endometriosis perdefinisi adalah suatu kelainan dimana kelenjar-kelenjar dan stroma seperti yang didapatkan pada lapisan endometrium normal - berada diluar rongga rahim. Penyakit adalah proses jinak dan masih sulit dipahami. Komplikasi terburuknya adalah menyebabkan infertilitas. Sialnya sampai saat ini penyebab dan patofisiologinya pastinya masih belum jelas. Pengobatan pasti belum ada, pengobatan sementaranya baru penekanan terhadap prosesnya secara medis, eksisi bedah dan menghilangkan keluhan.

KLINIS

Walaupun demikian tidak semua kasus menimbulkan keluhan secara klinis dan tetap asimptomatis. Keluhannya biasanya berupa; nyeri siklik bersamaan dengan haid, nyeri kronis yang berhubungan dengan kedalaman infiltrasi jaringan, nyeri eksaserbasi akut yang berasal dari darah kista endometriosis, dysmenorea (nyeri sewaktu haid) yang timbul sebelum datangnya haid dan dispareunia (nyeri koitus) akibat adanya skar endometriosis pada ligamentum uterosakral.

Pada  pemeriksaan klinis didapatkan nyeri tekan terutama pada masa haid. Biasanya ditemukan nodul pada ligamentum uterosakral dan cavum douglas. Sedangkan rahim (uterus) bias terfiksir kebelakang akibat adanya perlekatan.

PENYEBAB

Penyebab pastinya masih belum dimengerti benar, ada beberapa teori yang diajukan oleh para ahli: Retrograde menstruation (aliran balik darah haid kedalam rongga perut), penyebaran via limfatik dan pembuluh darah, metaplasia selomik (transformasi sel selomik epithelium menjadi tipe kelenjar endometrium sebagai respon terhadap stimulasi atau paparan estrogen), defek imunogenetis, penyebaran secara anatomis (terutama keovarium-kista coklat, lapisan serosa rahim) biasanya menyebabkan perlekatan-perlekatan

Biasanya diagnosis bandingnya adalah Penyakit radang panggul.

PEMERIKSAAN BANTU

Pemeriksaan laboratorium biasanya tidak spesifik. Pengukuran kadar CA 125 dikatakan bermanfaat untuk menilai prognostik pengobatan.

Pemeriksaan pencitraan dilakukan dengan; USG (terutama transvaginal) gambaran khasnya adalah adanya kista yang mengandung echo internal low-level homogen sesuai dengan darah tua, MRI yang bermanfaat untuk mendeteksi endometriosis rektovaginal dan cavum douglas.

Akhir-akhir ini diagnostik endometriosis secara primer dilakukan dengan laparoskopi. Pada pemeriksaan laparoskopi didapatkan lesi klasik berupa gambaran lesi biru-kehitaman atau powder-burned, tetapi dapat juga dijumpai lesi berwarna merah, putih atau nonpigmented. Bahkan dapat ditemukan defek dan perlekatan-perlekatan. Walaupun demikian secara mikroskopik endometriosis dapat dijumpai pada peritoneum normal.

Hasil pemeriksaan laparoskopi dilaporkan dalam bentuk derajat (staging). Tetapi hasil staging ini tidak berhubungan erat dengan derajat nyeri, dispareunia dan peluang pembuahan.

PENGOBATAN

OBAT-OBATAN

Bertujuan untuk mengurangi morbiditas (kesakitan) dan mencegah komplikasi

1.      Kontrasepsi oral

Bekerja dengan menekan fungsi ovarium. Diberikan selama 3 bulan, bila nyeri berkurang dilanjutkan sampai 6-12 bulan.

2.      Progestational agent

Bekerja dengan menimbulkan desidualisasi dan atrofi dari endometrium. Preparat yang terbukti bermanfaat menekan nyeri adalah medroxyprogesteron dan levonorgestrel.

3.      GnRH analog (goserelin, leuprolide asetat)

Bekerja dengan membuat keadaan hipogonadotropik-hipogonadok akibat down-regulation kelenjar pituitary. Pemberiannya dibatasi selama 6 bulan dan disertai pemberian add back terapi untuk mencegah terjadinya osteoporosis dan keluhan hipoestrogen.

4.      Danazol

Bekerja dengan menghambat kadar puncak hormon FSH dan LH pada pertengahan siklus haid dan mencegah steroidogenesis di korpus luteum. Dosis yang direkomendasikan adalah 600-800 mg/d. Tetapi menjadi kurang popular karena mempunyai efek samping yang banyak (hipoestrogen dan virilisasi).

TINDAKAN BEDAH

1.      Bedah konservatif

Bertujuan merusak implantasi endometriosis yang nampak dan membebaskan perlekatan pada peritubal dan periovarian. Tindakan terpilih adalah dengan laparoskopi. Akan tetapi angka kekambuhannya cukup besar sekitar 19%. Tindakannya berupa ablasi lesi endometriosis. Paska operasi biasanya diberikan GnRH analog atau medroksiprogesteron .

2.      Bedah semikonservatif

Ditujukan pada wanita dengan anak yang cukup tetapi terlalu muda untuk dilakukan bedah menopaus. Fokus tindakannya adalah menekan simptomnya. Tindakannya meliputi histerektomi dan sitoreduksi pelvis.

3.      Bedah radikal

Tindakannya meliputi histerektomi total, bilateral ooforektomi, adhesiolisis dan sitoreduksi endometriosis yang nampak.

Angka kekambuhannya pada tindakan bedah sekitar 44% dan pada tindakan obat-obatan sekitar 53%. Walaupun demikian endomtriosis dapat sembuh spontan pada sepertiga wanita tanpa pemberian pengobatan.

 

 

Sun, 18 Jul 2010 @16:20

Kategori
Artikel Terbaru
Arsip

Komentar Terbaru
SLINK
Buat nama web sesukanya

Cek Nama Domain ?

image

Ask2obgyn

ask2obgyn@gmail.com

Mesin penerjemah
FACEBOOK
KUNJUNGAN

Daftar link
Video dan Gambar
Copyright © 2017 Bung Kemas · All Rights Reserved